Profil

Pondok Pesantren Turus Pandeglang didirikan pada tanggal 08 Rabi’ul Awwal 1365 H atau 10 Februari 1942 M, terletak di sebelah Tenggara kota Pandeglang. Tepatnya di Jl. Raya Rangkasbitung km 2,5 Pandeglang, berada di kelurahan Kabayan kecamatan dan kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Pondok Pesantren Turus didirikan diatas tanah wakaf seluas 3,5 Ha dengan bermodalkan beberapa buah gubug dari bahan bambu beratapkan kiray yang dibangun dilembah bukit yang sejuk hawanya.
Pondok Pesantren Turus didirikan oleh K.H.Tb. Moh. Idrus bin H.Tb. Moh. Ma’ruf. Beliau dilahirkan di kampung Pasarnangka, desa Kupahandap, kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang pada Jumat malam tanggal 27 Rajab 1335 H atau tanggal 18 Mei 1917 M, dan wafat hari Jumat tanggal 23 Rajab 1395 H bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 1975 M.
Untuk mencapai Pondok Pesantren Turus Pandeglang dapat ditempuh dari 2 (dua) alternatif jurusan. Dari arah Jakarta, dapat ditempuh melalui jalur Serang Timur yang selanjutnya mengikuti arah ke Pandeglang. Dari kota Pandeglang menuju arah Rangkasbitung yang berjarak sekitar 2,5 Km. Sedangkan dari arah Rangkasbitung untuk mencapai Pondok Pesantren Turus Pandeglang dapat ditempuh sekitar 17 km ke arah Pandeglang.
Nama “Turus” beranjak dari dasar/filosofi yang memiliki beberapa arti bila dikaitkan dengan visi, misi dan tujuan pendirian yang ingin dicapai. Kata Turus berawal dari kata bukit Tursina yang dalam sejarah dianggap sebagai tempat suci (sebagai tempat Nabi Musa menerima wahyu), berada di Mesir bagian Timur di benua Asia. Nama Pondok Pesantren “Turus” juga berasal dari kata “tuturus” adalah sebuah istilah dalam B. Sunda yang berarti “tiang atau tonggak” yang biasanya digunakan untuk menyangga dan tempat merambatkan tanaman kacang panjang atau yang lainnya. Kata ini oleh pendiri digunakan sebagai nama Pondok Pesantren Turus dengan harapan Pesantren yang dipimpinnya mampu meletakan tonggak-tonggak atau dasar-dasar ilmu dan pengamalan ajaran Islam kepada santrinya sebagai penerus genarasi yang akan datang. Juga nama “TURUS” bisa disebut “TERUS” (tidak berhenti) dengan suatu harapan agar para pelanjutnya dapat melangsungkan Pondok Pesantren Turus secara terus menerus tanpa berhenti.
Pondok Pesantren Turus dikelola oleh sebuah yayasan yang mempunyai dasar hukum dengan Akte Notaris Nomor 36 Tanggal 6 Februari 1984, yang telah didaftarkan dalam Daftar Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pandeglang Nomor 7 Tanggal 20 Februari 1984. Sejak awal berdirinya pada tahun 1942 hingga tahun 1955-an para santri/siswa umumnya berasal dari daerah Banten dan Jawa Barat.
Dengan dikenalnya Pondok Pesantren Turus oleh masyarkat luas, banyak para orang tua yang ingin anaknya menimba ilmu di pondok pesantren ini. Bahkan dari luar kota tak sedikit santri yang berasal dari bebagai daerah, seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta dan sebagainya.
Selain menggunakan sistem salafi yaitu sistem pendidikan diniyah pesantren dengan referensi kitab-kitab kuning, Pendiri Ponpes Turus juga terdorong untuk mengembangkan sarana pendidikan dan dakwah yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Sarana tersebut yaitu dengan mendirikan pendidikan formal berupa sistem madrasah/sekolah secara berjenjang, tanpa mengesampingkan sistem salafi yang sudah berjalan.